RISMA SMK N 2 PACITAN pada tgl 20-30 April 2017 menyelenggarakan kegiatan touring napak tilas Grilya Jendral Sudirman. Kegiatan diawali dengan Sholat Ashar Berjamaah di masjid Sekolah dilanjutkan dengan pembukaan dan perjalanan I melewati jalur Arjosari mangunharjo kemudian menanjak menembus jalur pegunungan dan hutan yang sejuk daerah Grenjeng Petung Sinarang Ngunut , suhu udara semakin dingin ketika masuk Wilayah Kecamatan Bandar. Alhamdulillah Menjelang Maghrib sampai Bandar Semua peserta Dalam Kondisi Sehat Walaupun Suhu Udara Sangat Dingin. Peserta Kemudian Di Sambut RISMA dari SMK N BANDAR beserta bapak kepala sekolahnya yang masih muda dan energic Bp SUBAGYO MM. Alhamdulilah suasana kekeluargaan begitu Terasa. Trima Kasih Saudaraku Insya AllohSaudara Dunia Akherat atas sambutan yang akrab Pelayanan yang Prima Ciri khas SMK. Tak di nyana dan di sangka Sekolah yang luar biasa indah bersih dan penataan taman yag asri dihiasi kabut malam disana sini laksanan taman surga di pucuk gunung jauh dari kota kabupaten.
Seetelah Sholat Maggrib berjamaah di masjid yang memiliki air laksana es suhu mendekati titik beku (alasan yang malas mandi kale) acara dilanjutkan dengan silaturohmi di aula sekolah. Suasana persaudaraan terasa sekali canda tawa antara Risma SMK N 2 PCT dan Risma SMK N BANDAR, beserta bapak ibu guru pembina sambil minum kopi panas dan jajanan khas daerah pegunungan Bandar. Setelah Isyak Berjamaah Ramah tamah Dilanjutkan santai santai sambil ngopi dan makan jajan Nonton bareng pemutaran film Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan. Suasana malam yang semakin larut dan dingin membuat peserta touting dan MABIT (malam bina iman takwa) Risma SMK N Bandar tak berkutik untuk segera bersembunyi dari dinginya malam apalagi panitia menginformasikan harus bangun malam untuk qiyamul lail/tahajud dan muhasabah malam .
Ketika malam menghampiri
Kubuka luang dalam sendu dan sepi
Kutorehkan seberkas sinar dalam gelapnya
Liuh angin menghembus mimpi
Semoga kutertidur lelap
Bermimpikan keindahan . inilah aku dalam buaian malam yang dingin jadi kenyataan ;BSMIKAL LOOHUMMA AHYAA WA AMUUTU ( Dengan nama-Mu ya Allah aku hidup dan aku mati)
Kubuka luang dalam sendu dan sepi
Kutorehkan seberkas sinar dalam gelapnya
Liuh angin menghembus mimpi
Semoga kutertidur lelap
Bermimpikan keindahan . inilah aku dalam buaian malam yang dingin jadi kenyataan ;BSMIKAL LOOHUMMA AHYAA WA AMUUTU ( Dengan nama-Mu ya Allah aku hidup dan aku mati)
....... zzz .......zzz ...... zzz (kuterbuai dalam tidur panjangku)
Sayup sayup kumelihat dalam kegelapan dan dinginya malam
Samar terdengar dalam kejauhan suara kasih sayang panitia membangunka peserta untuk sholat malam
AL HAMDU LILLAAHIL LADZII AHYAANAA BA'DA MAA AMAA TANAA WA ILAIHIN NUSYUUR
(Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami sesudah kami mati (membangunkan dari tidur) dan hanya kepada-Nya kami dikembalikan)
Sekitar pk 02 30 peserta dan panitia bangun dari kedinginan malam yang menggigil melaksanakan qiyamul lail
... “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiapb diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. [Q.S.Al-Hasyr (59):18]
Ya Rabb,,,kini kubersujud
Ampunilah aku, yang telah acapkali mengkhianati-Mu, waktuku kubuang dengan masalah duniaku,
yang kelak akan ku tinggalkan, sangat sedikit ku mengingat-Mu
Rabbi,,,genggamlah qalbu ini, agar senantiasa taat hanya pada-Mu
bimbinglah derap kaki ini, agar senantiasa berjalan di jalan-Mu
Hujamkanlah cahaya kasih-Mu di hati ini
agar terang bersinar, agar bening berkilauan, bersih dari sangka dan dugaan
Ya Illahi,,,
dalam keremangan cahaya-Mu , dalam keheningan malam-Mu
dibentangan sajadah lusuhku, kubersimpuh memohon pengampunan dan Maghfirah-Mu
Astagfirulloh..........Astagfirulloh..........Astagfirulloh............
Tak terasa air mata mulai meleleh bersamaan dengan bayang bayang lumuran dosa teringat dengan Ayah-ibu di rumah yg telah berjuang mengorbankan segala yang ada untuk kami selama ini, tapi kami justru membuat mereka susah sedih kawatir
Aku benar-benar menyesali, betapa aku manusia yang hina dibandingkan orang-orang yang sangat mencintaiku. Aku tak pantas berada di dekat mereka bahkan memanggil nama mereka pun aku tak pantas. Bisa kurasakan tubuhku gemetar seolah jasadku menolak untuk membungkus jiwaku yang busuk. Air mata mulai mengucur di ujung mataku dan aku menangis sesungguhkan menyesali semuanya.
Ya Allah…..
betapa nistanya diri ini, yang tidak mensyukuri nikmat-Mu. Aku sering merasa tidak puas atas karunia-Mu. Padahal nikmat-Mu tidak bisa kuhitung. Ya Allah betapa aku telah menganiaya diriku sendiri. Betapa aku telah menyuburkan penyakit di dalam dada ini. Selama ini tak kusadari bahwa aku telah menyemai bibit-bibit penyakit di dalam kalbuku.Kini
kudapati kalbuku penuh dengan noda dan dosa. Sadar atau tak sadar…setiap detik, menit, jam atau hari aku menyemai noda-noda hitam. Kini kulihat hatiku telah menghitam. Hanya ada sedikit titik putih disana.Ya Allah, adakah dari titik putih itu aku bisa mulai menghapus noda hitam? Adakah masih ada kesempatan buatku untuk membersihkan tinta hitam yang membanjiri kalbuku? Adakah Engkau masih memberi waktu buat aku untuk memperbanyak titik-titik putih yang terang dalam kalbuku? Banyak tanya dan pikiran bergelut dalam sanubariku. Rasa putus asa kadang menghampiri, walau kemudian diganti dengan asa. Silih berganti asa dan putus asa datang. Aku nyata terombang-ambing dalam kegelapan, penyesalan, kegelisahan dan berbagai rasa yang membuat hati ini tidak tenteram.Aku menangis di malam yang kelam. Menangis mengingat dosa dan noda itu. Menangis karena aku telah membuat hitam kalbuku sendiri. Menangis karena kalbuku telah penuh noda dan dosa.
Menangis karena selama ini aku jauh dari-Mu, Ya Rabbi. Menangis karena takut tidak ada lagi ruang bagiku untuk menambah titik terang di hatiku. Takut dan khawatir titik terang/putih yang hanya kecil itu hilang sama sekali. Ya Allah, di malam yang penuh berkah ini aku memohon dengan penuh penyesalan ampunan dari-Mu. Berilah kepadaku kekuatan untuk mampu membaca petunjuk-Mu, karena aku hanyalah seorang insan yang lemah. Berilah kepadaku kekuatan untuk bisa menempuh jalan-Mu. Hamba sadar, betapa berat ujian yang Engkau tebar untuk menguji hamba-Mu. Hamba sadar, hamba tak punya daya, maka tolonglah hamba dalam menempuh ujian yang Engkau berikan. Berikan kesabaran dalam menghadapi ujian yang amat dahsyat ini. Ujian yang hanya sedikit dari hamba-Mu yang lulus. Jadikanlah hamba insan yang termasuk dalam golongan yang sedikit itu…
Ya Allah…. Betapa aku melihat kalbuku telah penuh bercak hitam, aku masih mempunyai setitik terang. Kuyakin seyakin-yakinnya bahwa Engkau masih memberi kesempatan. Selama nyawa masih di badan. Selama masih ada
kemauan. Selama masih ada iman. Kuyakin Engkau masih memberi kesempatan.
Ya Allah, di malam yang hening dingin membeku ini di tempat yang mulia dan tinggi ini, hamba memohon jadikanlah diri ini hamba-Mu yang tunduk kepada-Mu dengan rela. Berilah hamba kekuatan untuk berjalan dijalan-Mu. Diri ini hanyalah makhluk yang lemah, tidak punya daya selain yang Engkau anugerahkan........
Alhamdulillah sholat fajar/subuh bejamaah bisa kita lalui bersama fadilah yg luar biasa kita dapatkan bila kita kerjakan karena lebih baik dari dunia seisinya. Apa lagi ada tausiah dari bapak pembina yang mengingatkan untuk seamakin meningkatkan keimanan dan ketakwaan, sampai sampai bapak kepala sekolah bapak ibu guru rela menemani peserta jauh dari keluarga tidur dalam kedinginan malam dari pacitan ke bandar itu semua untuk membimbing peserta agar menjadi manusia yang lebih baik bahagia dunia akherat. Trima kasih bapak ibu guru, jasamu memang luar biasa tak lelah mengantaarkan siswa rela meninggalkan keluarga, tidur seadanya, kedinginan, tanpa tanda jasa. Perjuanganmu sangat berarti bagiku
Tanpamu ku tak akan tahu tentang dunia ini. Akan selalu ku panjatkan doa untukmu. Terimakasih Guruku ............
Tanpamu ku tak akan tahu tentang dunia ini. Akan selalu ku panjatkan doa untukmu. Terimakasih Guruku ............
Aku masih berfikir, bahwa aku masih bermimpi
Tetapi aku sadar bahwa keindahan itu benar-benar ada di depanku
Gunung-gunung berbaris dari ujung barat ke ujung timur dan berisi keindahan di bawahnya ad sungai pepohonan dan ladang sawah petani Sungguh indah ciptaan Alloh SWT
Subhanalloh Alhamdulillah Allohuakbar, luar biasa manfaat silaturohmi, membuat hati tambah dekat badan sehat, Trima kasih ibu Titik Indarwati atas sarapan pagi dan makanan sehat yang di sajikan masih di tambah makanan ringan sebagai bekal perjalanan, semoga Alloh SWT memberkahi rizki dan keluarga ibu . “Jazaakallahu khairan (semoga Allah membalas ibu dan keluarga dengan kebaikan),
Embun dingin di pagi hari, Matahari mulai naik memancarkan sinarnya
Pagi yang cerah akan kembali lagi, Pepohonan yang indah menambah pagi yang cerah
Angin berhembus spepoi sepoi, Dan betapa sejuknya di pagi hari.
Awan biru yang semakin indah, Kicauan burung yang semakin indah
Alangkah indahnya karunia tuhan Di alam semesta ini Pegunungan yang indah Dan embun pagi yang sejuk
Subhanalloh kebesaran Alloh yang terang benderang
Touring II dilanjutkan mengarungi dinginya kabut pegunungan yang hijau jalur Bangunsari Jeruk Nawangan Pakis baru monumen Jend Sudirman
Indahnya pemandangan sepanjang jalan menyusuri rute perjalanan
Saat aku membuka mataku, ku tak percaya bahwa itu nyata
Subhanalloh Allohuakbar tak henti hentinya keluar dari hati ini
Perjalann break sebentar untuk silaturohmi ke rumah Ibu Guru yg kebetulan rumah di desa jeruk. Sekaligus mengamalkan sunnah “Siapa yang suka dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung silaturrahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Setelah melanjutkan perjalanan menyusuri pegunungan Alhamdulilah perjalanan sampai di tujuan ahir munumen Jend Sudirman yang berdiri gagah di puncak bukit pakis baru
Gagah perkasa walau sakit dengan satu paru, semangatmu jadi tauladanku
"Robek-robeklah badanku, potong-potonglah jasad ini, tetapi jiwaku dilindungi benteng merah putih.
Akan tetap hidup, tetap menuntut bela, siapapun lawan yang aku hadapi" (Jend Sudirman)
Dari monumen dilanjutkan ke rumah singgah grilya dan mendapatkan cerita dari kakek penunggu rumah tua tempat singgah grilya jendral sudirman tentang kondisi dan kejadian waktu grilya. kemudian peerjalanan di lanjutkan ke masjid AMP Jend Sudirman Di Pakisbaru sholat duhur berjamaah di lanjutkan dengan setoran tugas tugas yang di bebankan sekaligus Setadium General Evaluasi Tengah Perjalanan, Dan Komitmen Tindak Lanjut Kegiatan
Smoga
Alhamdulilah selesi sudah kegiatan touring di tandai dengan bakti sosial pemasangan sepanduk anjuran untuk sholat berjamaah di masjid besar kec Nawangan
Ucapan terimakasih kepada bapak ibu guru, Bapak Kepala SMK N Bandar, Sahabat ku dar RISMA SMK N Bandar dengan harapan mudah-mudahan mendapat Ridha dari Allah SWT dan membawa manfaat maslahah fiddini waddunya wal akhirah. Amien Atas bantuan donasi dan dukungan yang diberikan sebelumnya kami sampaikan Jazakumullah Khairan Katsira, semoga Allah SWT kelak akan membalasnya. Amin Yaa rabbal ‘alamin.
Komentar