Langsung ke konten utama
Tujuan Hidup, Bikin Hidup Lebih Hidup!
Oleh: Burhan Sodiq

“Saya bingung, saya mau kemana dalam hidup ini. Semuanya masih menjadi gelap bagi saya. Sekolah saya tidak bagus nilainya. Saya juga tidak punya bakat apa apa. Saya harus gimana ya?”

Pernahkah kamu mengalami seperti ungkapan itu? Merasa hidup tidak happy karena merasa tidak bisa menentukan jalan hidup yang benar. Kebingungan dalam menentukan pilihan hidup. Tidak tahu harus melangkah kemana dan bingung dalam menentukan cita cita.

Orang orang tersayang juga tidak pernah mengarahkan kita. Mereka lebih memilih memberi kebebasan kepada kita untuk menjalani apa saja yang kita nikmati. Tidak ada arahan khusus, lakukan saja apa yang kita mau. Alih alih menemukan tujuan, kita malah kebingungan dengan tujuan kita.

Menentukan tujuan hidup seperti menentukan sebuah target sasaran. Jika kamu sudah pegang anak panah, maka tugas kamu harus mengarahkan sasaran tembak pada sasaran yang kamu tuju. Jika kamu fokus pada sasaran kamu, maka insya allah kamu akan mampu meniti tugas kamu. Tetapi jika kamu tidak mendapatkan apapun soal itu, maka kamu akan kehilangan sasaran kamu.

Arahkan perhatianmu pada apa yang menjadi tujuanmu”, kalimat ini diucapkan oleh syeikh Abdul Qadir Jailani kepada anaknya, "Jangan kamu jadikan perhatianmu pada apa yang kamu makan, minum, pakai, gadis yang ingin kamu nikahi, rumah yang hendak kamu tinggali, atau harta yang kamu kumpulkan. Semua itu adalah perhatian nafsu dan tabiat, lalu mana perhatian hatimu? Arahkan perhatianmu pada apa yang menjadi tujuanmu, maka jadikanlah perhatianmu pada Allah dan apa yang ada di sisi-Nya.”

Umar bin Abdulaziz rahimahullah berkata, “Sesungguhnya jiwaku ini jiwa yang tawaqah (ingin yang lebih), dia tidak menerima sesuatu dari dunia melainkan akan meminta yang lebih darinya. Ketika aku beri dia sesuatu yang tidak ada bandingannya di dunia ini, yaitu khilafah (menjadi gubernur), dia minta yang lebih baik darinya yaitu jannah (surga)”[1].
Target dan impian hidup hendaknya menjadikan ridha Allah sebagai puncaknya, berupa sesuatu tinggi dan mulia tidak asal-asalan, memberi manfaat yang jelas, bersifat nyata mungkin untuk diwujudkan meski sulit, dan hendaknya tujuan ini memiliki kerangka rencana dan cara tertentu untuk mewujudkannya.

Jika sudah ditentukan tujuan hidup kamu, lalu apa yang harus kamu lakukan. Apakah hanya cukup begitu saja, atau ada hal hal yang perlu kamu lakukan. Setelah menentukan tujuan hidup, selanjutnya yang akan diuji adalah sejauh mana tekad kamu dalam menentukan tujuan itu. Apakah kamu memiliki mental yang kuat, ataukah kamu punya mental yang rapuh.

Dikisahkan, ada seorang Turki yang miskin, dia memiliki keinginan membangun sebuah masjid. Diapun memutuskan untuk menabung sedikit demi sedikit hartanya. Tekadnya yang bulat sama sekali tidak disurutkan oleh kekikiran orang-orang kaya saat itu, atau keadaannya yang miskin, ataupun biaya besar yang harus dia tanggung untuk mendirikan sebuah bangunan masjid. Tekadnya memberangus semua aral itu, sekaligus menghamparkan jalan ajaib di depannya. Yaitu, setiap kali dia ingin sesuatu, makanan misalnya, namun dirasa tidak penting atau mahal harganya dia tak jadi beli dan uangnya masuk ke tabungan, dibatin "Seakan aku sudah pernah memakannya". Hal tersebut dia jalani dari tahun ke tahun, hingga masjid impiannya rampung dia bangun, dan dia namakan masjid itu dengan bahasa Turki yang artinya, "Seakan aku sudah pernah memakannya". Masjid tersebut ada hingga kini.

Seorang yang shalih dan bisa dipercaya, bercerita pada saya kisah seorang Saudi yang hingga pada usia 18 tahun tidak pernah mengecap pendidikan formal. Namun menginjak usia tersebut (18 tahun) dia mulai masuk sekolah, dan melanjutkan jenjang pendidikan formal setahap demi setahap hingga dia lulus doktoral. Padahal, ijazah yang dia dapatkan itu sama sekali tidak menunjang pekerjaannya kini, namun tekad untuk mencapai sebuah tujuan tidak mengenal urusan duniawi.

Sahabat saya pernah bercerita, ada seorang dokter dia ingin menyelesaikan jenjang pendidikannya hingga doktoral. Di tengah kesibukannya memperjuangan cita-cita itu, seseorang berkata padanya, "Kamu tidak memerlukan ijazah itu" –karena usianya yang sudah tua, dan pengalamannya telah melebihi gelar doktoral–, dia pun menjawab, "Aku bertemu dengan Allah sedang aku memegang ijazah doktoral adalah lebih baik bagiku daripada aku menemui-Nya tanpa memegang ijazah tersebut!”.
Regular Pentagon: 2
Regular Pentagon: 1
 


Tidak ada yang mustahil ketika Allah sudah berkehendak kepada kita. Maka tentukan tujuanmu kepada Allah. Pasrahkan semua kepada Allah dan lakukan banyak tekad untuk mewujudkan tujuanmu itu. Kelak, insya Allah segala hal akan menjadi lebih mudah dan lebih menyenangkan.


MANFAAT PUNYA TUJUAN HIDUP
Banyak manfaat yang akan diperoleh ketika kita sudah bisa menentukan tujuan hidup. Tidak seperti yang lain, hidup kita akan lebih terarah jika sudah bisa menentukan tujuan kehidupan kita. Nah, apa saja manfaat yang bisa didapat saat kita sudah punya tujuan hidup?

Pertama, kita akan bersemangat dalam menggapai tujuan kita. Saat kamu melakukan perjalanan dan tahu tempat yang akan kamu tuju, tentu saja kamu akan sangat bersemangat untuk mendapatkannya. Kamu akan terus mengusahakan yang terbaik. Jika memungkinkan, kamu akan melaju motor atau mobilmu. Secepat cepatnya, dan sekuat kuatnya. Tetapi apa yang akan terjadi jika kamu tidak ada tujuan hidup. Jangankan mau ngebut, mau jalan saja males. Mau kemana, mau lewat jalan apa?

Kedua, hidup kamu lebih menantang. Ada tantangan yang harus kamu tundukkan. Selalu ada tantangan baru yang akan terus kamu capai dan taklukkan. Tetapi jika tidak ada hal hal yang menantang lain, maka hidup akan menjadi lebih suram. Kesuraman ini membuat lemes menjalani hidup. Tidak ada semangat untuk menaklukkan masalah masalah di depan mata, karena tidak ada tujuan yang akan dihadapi.

Ketiga, apapun halangannya, bisa dihadapi dengan sabar dan solat. Namanya juga tujuan, tentu saja ada halangan menghadang. Tidak semulus yang dibayangkan. Dengan mengetahui tujuan hidup, maka akan lebih mudah bagi kita untuk menaklukan halangan halangan itu. Halangan bisa sangat bermacam macam. Karena itu segera siap siap dalam mengatasi semua masalah itu.

Keempat, setiap pencapaian tujuan akan menorehkan sebuah kebahagiaan yang indah. Target demi target akan menjadikan hidup kita menjadi semakin bahagia. Ibaratnya sebuah anak tangga yang terus akan dititi menuju tujuan akhir. Semuanya akan menjadi proses yang menyenangkan. Insya Allah.



[1] Buku Al-thabaqat al-Kubra, karangan Ibnu sa’d (5/104)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

khutbah jum'at

MENJADI UMAT YANG MULIA إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بالله مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ الله فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إلهَ إلا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. يَاأَيُّهاَ الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا الله حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَآءَلُونَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ الله كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا الله وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا . يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا أَمَّا بَعْدُ: فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ الله وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صلى ...

SUMBER HUKUM ISLAM

Pengertian dari sumber hukum Islam yaitu sesuatu yang melahirkan atau menimbulkan aturan yang mempunyai kekuatan dan bersifat mengikat, dan apabila dilanggar akan mendapat sangsi. Sumber hukum Islam dijadikan dasar/ pedoman syariat Islam. Sumber hukum Islam ini berlaku untuk semua umat manusia, khususnya umat Islam dan isinya sama atau tidak dapat diubah-ubah. Hukum Islam bisa juga disebut Hukum internasional karena isinya berlaku di segala penjuru dunia, dan tidak membeda-bedakan (atau mengkhususkan) bagi suatu Negara/ kaum. Bedanya, hukum-hukum dan peraturan yang ditulis didalamnya seluruhnya merupakan wahyu Allah SWT. Sumber Hukum terdiri dari tiga macam, yaitu: * AL-Quran * Hadist * Ijtihad -=AL-QURAN=- Alquran merupakan sumber hukum islam yang pertama dan yang paling utama. Segala sesuatu telah diatur di dalamnya dan bersifat mutlak. Artinya hukum-hukum atau peraturan tersebut sudah pasti, tidak dapat dibantah karena merupakan wahyu yang datang sendiri dari Allah SWT ...

UNTUK APA KITA HIDUP

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh ^_^ “Setiap Bayi itu lahir dalam keadaan fitrah (suci).” Sepintas kalau kita tidak paham antara Al Qur’an dan hadits di atas terlihat bertentangan. Namun yang ada adalah saling menjelaskan. Dalam surat Asy Syams disebutkan bahwa : “dan demi jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yangmengotorinya.” MANUSIA Ada 2 potensi:: Bu’dhul Bahimi (potensi hitam) - Dimensi kebinatangan yang mendorong manusia berkawan dekat dengan syetan Bu’dhul Malakuti (potensi putih) - Dimensi kemalaikatan yang mendorong kita mendekatkan diri kepada Allah. *) Barang siapa yang berjuang menutup jalan bagi berkembangnya diemnsi kebinatangannya, maka ia pun selamat dari tipu daya syetan. *) Batu-batu penutup bagi berkembangnya dimensi kebinatangan itu adalah IKHLAS dalam segala hal. Dalam QS. Al Hijr: ...